Tiga Perkara Tiga Peristiwa
Sedekah, membuka pintu rejeki. Meminta maaf memberikan kita jodoh dan berkata jujur akan mematahkan kutukan, itupun kalau kutukan memang ada. Mau percaya atau tidak, sepenuhnya hak yang baca tulisan ini. Tapi bila memang terbukti karena percaya, itu bukan sebab apa yang ditulis disini. Namun bila melakukan karena sebab tulisan ini belaka, berarti melakukannya tidak ikhlas. Jadi jangan mengumpat bila setelah melakukan ketiga hal diatas, tidak mendapat yang diharap.
Dulu ibu saya harus berjalan dari rumah menuju ke jalan besar untuk kemudian dilanjutkan dengan naik bis kota ketika berangkat bekerja sebagai seorang guru di sebuah sekolah dasar di tengah kota. Beliau selalu melewati sebuah masjid yang sedang dibangun. Melihat denah perencanaannya, masjid ini mungkin berlebih untuk ukuran pemukiman disekitarnya. Tapi hal tersebut tidak menghalangi ibu saya mengisi kotak sumbangan pembangunan masjid yang diletakkan diluar dekat jalan. Seringnya hanya beberapa keping uang logam yang kebetulan ada dikantong atau sudah disiapkan dari rumah. Kadang lembarang uang dengan nominal yang bervariasi. Tapi hampir setiap hari ibu saya pasti mengisi kotak sumbangan transparan dari kaca denga rangka alumunium tersebut. Entah berapa tahun lamanaya, karena pembangunan masjid itu seingat saya juga sangat lambat. Lebih dari Tiga tahun mungkin. Itu berarti hampir enam hari seminggu, kira-kira hampir Tujuh ratus Dua puluh hari. Bila rata-rata seribu rupiah setiap mengisi, ibu saya sudah menyumbang Tujuh ratus ua puluh ribu rupiah untuk pembangunan masjid itu. Mungkin bukan jumlah yang fantastis bila dibandingkan satu mobil Pick Up yang disumbangkan seorang Abah Haji pemilik galangan yang mungkin ikut menyumbang juga. Tapi hasilnya, kakak saya menyelesaikan kuliah dan sekarang sudah menikah dikaruniai seorang putra, saya sendiri tinggal skripsio untuk meraih gelar sarjana. Adik perempuan saya baru diterima kerja di Sriwijaya Airlines. Tingkatan rejeki apalagi yang diharapkan seorang ibu selain melihat ketiga anaknya tumbuh dewasa menjadi manusia seutuhnya berbekal ilmu dan budi pekerti dalam menghadapi hidup.
Cerita lainnya..
Seorang teman saya akhirnya menerima Surat Keputusan pengangkatan sebagai pegawai Bank BNI Cabang Malang. Saya bisa bilang kalo dia memang bekerja cukup keras untuk itu, fisik dan mental. Suatu hari dia mengajak saya untuk nongkrong diwarung temapat kita biasa ngobrol ngalor dan ngobrol ngidul ketika dia masih menganggur dulu dengan dalih bernostalgia. Tapi ternyata dia menyimpan hal lain yang ingin dibicarakan.
Setelah memiliki pekerjaan yang tetap, sekarang yang dikeluhkan adalah persoalan jodoh. Perasaannya hampa ketika pulang kerja disambut perabotan rumah yang bisu dan dingin. Ah,.. dasar manusia. Selalu saja merasa kurang sebelum bersyukur dan menikmati rejeki yang telah diterima pikir saya pertama kali. Lalu saya menyarankan beberapa tips dan trik sederhana dalam mencari jodoh, intinya dengan memperluas pergaulan dan memperbanyak teman.
Selang beberapa saat dia kembali masih dengan wajah murung, karena sampai detik itu dia masih belum mendapatkan pasangan. Berikutnya saya merasa perlu menyampaikan strategi mencari jodoh dengan tingkat Medium dan Advance yang saya miliki untuk dipraktekkan. Hingga beberapa waktu tidak ada kabar dari dia. Saya pikir, dia telah mendapatkan belahan jiwa hingga lupa kawan lama. Ternyata tidak…
Suatu saat dia menghubungi saya lagi untuk curhat danmenceritakan berbagai pengalaman selama melakukan apa yang pernah saya sarankan dahulu. Di warung yang sama, tapi dengan cerita yang berbeda. Namun tetap dengan hasil yang sama, nihil. Teman saya tetap jomblo dan murung. Karena dia bercerita dengan nada yang semakin lama semakin putus asa, saya pun terbawa suasana dan jadi setengah putus asa juga. Ditengah keadaan tersebut terbersit dalam pikiran, entah dari mana, sebuah saran yang samapai saat ini membuat saya senyum senyum sendiri. Saran saya, dia harus meminta maaf kepada semua mantan pacarnya tanpa terkecuali. Setengah berat hati, dia pun melakukannya.
Beberapa waktu kemudian dia menelpon dan mengatakan masih berstatus jomblo. Saya jadi sepenuhnya putus asa dan mengatakan tidak bisa lagi memberikan saran. Tiba-tiba dia berpamitan untuk menutup telpon karena ada seorang teman yang kebetulan lewat didepan rumah, kawan lama katanya. Lama sekali tidak ada kabar, sewaktu saya ke kota Malang karena keperluan, saya sempatkan mampir kerumahnya. Lalu dia bercerita ketika menutup telponnya yang terakhir, dia kebetulan melihat bekas tetangga dirumah neneknya. Usut punya usut, dahulu tetangganya ini pernah menjalin cinta monyet dengannya. Sang tetangga masih SMP kelas 1 dan dia SMA kelas satu, hampir sepuluh tahunyang lalu. Singkat cerita mereka akhirnya bertunangan dan akan melangsungkan pernikahan dalam beberpa bulan ini. Setelah teman saya meminta maaf atas hubungan singkat, lebih rincinya hanya dua minggu, dan membuat sang tetangga patah hati karena teman saya adalah cinta pertamanaya.Tuhan Maha membuat rencana…
Cerita terakhir…
Saya baru saja menonton film berjudul “HOLES” yang dibintangi Shia Labeouf, bintang film TRANSFORMER selain Optimus Prime tentu saja, mungkinketika dia masih berumur belasan tahun. Silahkan dilihat sendiri filmnya…
Kesimpulannya…
Saya percaya bahwa sedekah membuka pintu rejeki, meminta maaf melancarkan jodoh dan berkata jujur akan mematahkan kutukan. Bukan hanya karena dua kejadian dan satu film yang saya sebut diatas. Tapi karena ketiganya adalah tindakan baik lagi terpuji. Semua tindakan baik, lagi terpuji, akan mendatangkan kebaikan bagi yang melakukannya. Apapun itu bentuknya,…